Saat merasa sepi
Ku ambil sebuah pena
Dan secarik kertas putih
Meski
Aku tak tahu harus menulis apa
Kupejamkan mataku beberapa saat
Tapi tak juga kudengar
Suara bening dalam hatiku
Nurani ku tak mau berbicara
Lalu ku buka tirai imaji
Ku temukan beberapa aksara
Berserakan dan mengusang
Lalu ku buka kembali
Kedua bola mataku
Aku terperangah
Jari Jariku membeku
Aku melihat beberapa kata menari
Dan bernyanyi di atas kertas ku
Seolah-olah mereka berkata;
"menarilah bersamaku, bernyanyilah tanpa henti. Aku selalu ada dalam sepi mu, aku selalu menari dalam setiap gurat pena mu, aku selalu bernyanyi dalam setiap putih kertas mu, karena akulah hitam mu"
No comments:
Post a Comment