Di mana jejak kaki kucari
Di sana langkah kau
hentikan
Saat rindu
memuncak mendaki
Sejumput asa masih
saja kau campakan
Sementara aku tetap
mencintaimu tanpa berpikir
Sedang kau terus saja
membuang rasa yang tercipta
Sementara aku begitu
menggebu dalam logika yang fakir
Di ruang gemerlap kau
padamkan api membara
Di belakangmu aku
duduk bersila
Di pulau terasing aku
terkatung-katung
Sedang kau begitu
gembira tertawa-tawa
Kau memang beruntung
Sudah ribuan perang
kujalani
Namun, harus berapa kali
lagi aku mati?
No comments:
Post a Comment