Thursday, December 28, 2017

Saya rindu

Saya berlari
Namun bukan untuk pergi
Saya mencari
Meski saya tak tahu
Apa yang saya cari
Saya merasa lelah
Lalu berhenti berlari
Namun bukan untuk menyerah
Saya merasa sunyi
Lalu berpuisi
Dan yang kemudian saya tahu
Di baris yang ke 13
Saya rindu kamu
Meski kamu tidak
Sepertinya

Tuesday, December 26, 2017

Dan sekarang


Saya di kala itu
Pernah menertawakan keadaan
Dan sekarang
Keadaanlah yang melakukannya untuk saya
Saya yang pernah
Menyia-nyiakan waktu
Dan sekarang
Waktulah yang melakukannya untuk saya
Dulu saya pernah
Meremehkan kesempatan
Dan sekarang
Kesempatanlah yang melakukannya untuk saya
Saya benci diri saya
Karena sekarang
Saya butuh kesempatan
Namun keadaan tak memungkinkan
Karena waktu yang sudah terbuang
Takan pernah bisa terulang
Dan sekarang
Saya merasa berasalah
Kepada diri saya sendiri
Bolehkah itu??? Konyol

Saturday, December 16, 2017

Tak ada yang lain

Tak ada yang lain
Berjanji tidak menepati janji
Sendiri dalam pikirmu
Tak ada yang lain
Dia yang datang
Melainkan aku
Kepercayaan tidak di imbangi
Sebagaimana mestinya
Tak ada yang lain
Membuang-buang rasa
Harapanku menangkap angin
Terasa sia-sia
Merusak hidup (jiwa)
Ah konyol . . .
Semoga aku tidak



Opan, 17 Desember 2017

Pengembara lelah

Kemanakah
arah kutuju
sebelum lagu
sempat usai
Dan . . .
senar gitar
pun sempat lupa
untuk ku petik
Bahkan intro
dan outro pun
tak sempat terbaca
Aku lupa . . .
ternyata masih ada mimpi
dan beberapa target
yang belum juga mampu ku jamah
Sedang aku
seorang pengembara
yang mulai lelah
bersandar pada do'a tabah.

Thursday, October 19, 2017

Perih yang indah

Kepadamu
Yang pernah meninggalkan
Seperti terang
Yang datang untuk hilang

Kau adalah pergi
Yang selalu ingin aku cari
Kau adalah kehilangan
Yang selalu ingin aku temukan

Meski kau hancurkan
Apa yang tlah kau buat
Meski 'kita kau hancur lagi
Sekali lagi
Dan lagi
Lagi

Tapi aku suka caramu
Mengubah piring menjadi beling
Aku selalu suka caramu
Mengubah kayu menjadi arang

Dan dalam ingatanku
Perihmu indah







Opan

Malam tanpa kopi
19-10-2017

Saturday, October 7, 2017

Yang Entah

Seperti hari
Yang sejuk pagi hari
Yang bising siang hari
Yang jingga sore hari
Yang hening malam hari
Yang kita tak pernah tahu
Kenapa mesti seperti itu?
Seperti halnya aku
Yang mencintai kamu
Yang menyayangi kamu
Yang merindukan kamu
Yang mengharapkan kamu
Namun juga tak pernah tahu
Kenapa mesti seperti itu?
Aku tak tahu
Yang aku tahu
Aku tak tahu
Yang entah



Opan, Bogor 2017

Friday, September 15, 2017

Mau? cinta

Cinta
cinta cinta
cinta cinta cinta
ku ulangi kata-kata itu
sampai . . .
tak terhitung lagi
lalu . . .
mengapa mesti terpikirkan kamu saja
saat ku ulang kata itu
atau . . .
mungkin aku dibutakan kata itu
cinta cinta cinta
ku ulang lagi kata itu
lalu ku berikan
untukmu
cinta
mau?

Ti




Saya pernah kehilangan kamu waktu lalu, dan tak mudah bagi saya untuk merelakanmu. Takan mudah, beradaptasi dengan situasi baru yang tak saya inginkan dan hidup yang tanpa kamu. Namun saya harus tetap berusaha, untuk terus memperjuangkanmu atau bahkan berusaha melupakanmu.
Ketika saya memilih berjuang tentunya tak akan mudah. Tak akan semudah caramu untuk meninggalkan saya, tak sesimpel kita tak melihat bulan yang sama lagi. Saya menyapa kamu acuhkan, saya coba mendekat kamu menjauh, dan semakin menjauh. Bahkan nampaknya kamu tak ingin mengenal saya lagi, mungkin segala sifat dan jiwamu terbang diculik makhluk luar angkasa, entahlah. Ah, andai saja saya bisa memesan kamu yang dulu pada Tuhan.
Lalu ketika berjuang tak mendapat penghargaan saya putuskan untuk melupakan, semua rasa, semua kenangan dan semua pedihmu yang indah, saya ingin lupakan. Dan ketika itu kamu datang dengan tiba-tiba, menghancurkan semua usaha saya untuk melupakanmu. Entah apa yang sebenarnya kamu inginkan dari saya, dengan mudah pergi menghancurkan hati, dengan mudah datang menghancurkan usaha melupakan dan dengan mudah pula mengubah hidup saya menjadi menyenangkan, lagi :( . Tapi hanya sesaat dan kamu pergi lagi. Lantas untuk apa? Kamu kembali dari pergi yang saya harap kembali namun pergi lagi.
Mungkinkah kau ti tiada lagi? Berjalan pergi tiada kembali.


Kubang, September 2017
Tertanda
Opan.

Sunday, August 27, 2017

Aku dan layang-layang

Aku terbang
Tapi seperti layang-layang
Setinggi-tinggi terbang
Cuma setinggi layang-layang
Terikat benang
Tarik ulur benang
Seperti . . . Tarik ulur kehidupan
Bahkan terkadang
Lebih dari itu
Layang-layang di adu
Seperti . . . Halnya aku?
Saat layang-layang
Putus (kalah)
Rasanya
Seperti . . . Terbebas dari belenggu
Namun ada lagi beban
Yang menghujam
Layang-layang yang putus
Jika tidak di dapat
Pemilik baru
Atau . . .
Menyangkut di pepohonan
Parahnya adalah
Jatuh,
Robek,
Tak dapat lagi terbang
Di campakan
Itulah aku
Yang hanya sebatas
Layang-layang




Opan, Bogor 2017

Sunday, August 20, 2017

Apa yang ku cari


Apa yang ku cari?
Dari sehening kuaci
Tak dapat lagi
Ku temui
Apa yang ku cari?
Dari sebentuk asap
Masih tetap
Tak ku tangkap
Apa yang ku cari?
Dari sebutir malam
Hanya kelam
Yang begitu mendalam
Apa yang ku cari?
Dari sebatang lamunan
Tak dapat ku temukan
Apa yang ku cari?



Tertanda,
Manusia krosboi
Yang mursal.

Thursday, August 17, 2017

Lebih indah

Ada indah
Yang tak terbantahkan
Ketika mentari
Menyapa pagi
Ketika pelangi
Melengkung dibumi
Atau . . .
Ketika jingga
Disore hari
Tapi kamu
Lebih indah
Dari mentari, pelangi
Ataupun sore hari



Manusia krosboi
Malam tanpa kopi
Bogor, 17 Agustus 2017

Thursday, May 25, 2017

JUJUR, Saya sedang berbohong

Bohong
Kamu berbohong
Saya dibohongi

Tentang apa?

Yang pernah kamu
Katakan
Pada saya
Waktu lalu

Mana?

'Jujur
Aku sempat ragu
Padamu
Tapi tidak
Sekarang
Aku yakin
Aku takut
Kamu berbalik
Kamu pergi
Meninggalkan aku'

Nyatanya
Kamu yang berbalik
Kamu yang pergi
Meninggalkan saya.

Bagi saya
Kamu adalah
Kupu-kupu liar
Kamu indah
Sangat indah
Namun terlalu liar
Tuk saya miliki

JUJUR,
Sekarang
'Saya sedang berbohong
Saya cinta kamu
Masih cinta
Akan selalu cinta



(Saya=saya, aku=kamu)

Monday, May 22, 2017

Ini hidup?

Hidup?
Saya?
Penyesalan
Dan kenyataan
Di umur yang ke17
Banyak sesal
Segala sesal
Dalam hidup
Di umur yang ke18
Banyak tamparan
Dari banyak kenyataan
Yang saya lihat
Bahwa harapan
Dan kenyataan
Tak selalu
Berjalan beriringan
Lalu,
Mengapa?
Untuk apa?
Dengan apa?
Kemana?
Dimana?
Bagaimana?
Tidak kah?
Terus bertahan hidup
Adalah suatu ketololan?
Di umur yang ke19
Saya belum bisa
Benar-benar mengerti
Apa itu hidup
Karena
Dalam hidup saya
Terlalu banyak kenyataan
Yang berujung penyesalan
Dan menurut saya
Tujuan akhir
Dari hidup
Adalah untuk mati
Sisanya
Adalah perincian
Jika teori itu salah
Anggap saja
Pikiran ini sedang berulah
Dan sekarang
Di umur yang
Hampir genap 20
Meski
Belum siap mati
Saya bosan
Hidup ini
Berbahagialah mereka
Yang mati muda

Friday, May 5, 2017

Tjitjak malang

Hening,
Diam laloe bergerak
Tjitjak itoe
Moelai bergerak
Mengendap-endap
Dengan perlahan
Ditoedjoenja seboeah sasaran
Perlahan namoen, hap !!!
Sasaran (njamoek) itoe loepoet
Lidahnja tepat sasaran
Lidahnja tak meleset
Namoen ia gagal
Lidahnja tak lagi lengket
Lidahnja tak lagi rekat
Seperti sadar koe perhatikan
Ia melihat ke arah koe
Seperti ada jang ingin disampaikan
Seperti ada jang ingin dikabarkan
Apa jang ingin ia sampaikan?
Apa jang ingin ia kabarkan?
Entah sedih
moengkin marah
Ketjewa?
Ataoe bahagia?
Jang koe tahoe ia gagal
Hilang daja rekatnja
Hilang keahliannja
Hilang poela makanannja
Tjitjak malang

Tuesday, May 2, 2017

Saya menjawab, saya melihat dunia

Hidup?
Bahagia selalu saya syukuri
Derita? saya?
Belum bisa mensyukuri

Porsi bahagia Anda
Selalu tak melebihi
Kesedihan? saya?
Belum bisa mensyukuri

Nikmat Anda berikan
Saya bisa merasakan
Duka? saya?
Belum bisa mensyukuri

Hati saya? begitu kecil
Bahkan tak terlihat
Bagaimana Anda bisa?
Menempatkan kesedihan besar di dalamnya?

Dengar,
Saya menjawab
Mata anda lebih kecil
Namun saya melihat dunia.

Tuesday, April 4, 2017

Catatan malamku

Larut
Pada malam panjang
Fikirku pun melayang
Terbayang tentang hidup

Sunyi
Malam begitu sepi
Mata ku terasa lelah
Tak dapat terpejamkan

Dingin
Angin begitu menusuk
Seperti kabarkan luka
Pada jiwa yang lemah

Gelap
Seakan terus menyapa
Pada hati penuh luka
Pada hati penuh duka

Resah
Ku rasakan gelisah
Pada kedalaman hati
Entah kapan kan terhenti

Rindu
Ku rasakan rindu
Akan rasa bahagia
Yang lama tak ku rasa

Hey malam
kapan akan berakhir
Derita ini tentang hidup ini

Hey malam
kapan akan terukir
Rasa bahagia pada hidup ini

Hey malam
kabarkan pada tuhan
Aku bosan dengan derita ini

Hey malam
sampaikan pada tuhan
Catatan ku pada malam ini

Malaikat hidupku (Ibu)

Rabu , 09 Juli 1997.
19 tahun yang lalu
Aku benci hari itu
Hari dimana aku dilahirkan

Di hari itu
Aku mempertaruhkan nyawa
Nyawa ibuku sendiri
Betapa teganya aku

Membiarkan ibu kesakitan
Bisa berbuat apa aku ?
Tak bisa
Tak ada yang bisa kulakukan

Menangis
Hanya menangis
Yah...
Hanya menangis yang aku bisa

Saat melihat ibu
Bertaruh nyawa
Hanya demi melihatku hidup
Memberi aku kehidupan

Kini aku beranjak dewasa
Namun aku
Masih lelaki dengan jiwa bocah
Yang coba dewasa

Dan
Lewat goresan tangan ini kukatakan
Terima kasih ibu
Untuk nyawa yang kau pertaruhkan

Hanya untuk melihatku hidup
Terima kasih ibu
Kau malaikat ku
Ibu

Oposisi Rasa

Di mana jejak kaki kucari Di sana langkah kau hentikan Saat rindu memuncak mendaki Sejumput asa masih saja kau campakan   Sementar...