Thursday, October 1, 2020

Aku dan Ibuku (Dia wanita ilham dari surga)

 

Pada titik ini dalam hidupku, aku telah banyak mengalami kejadian, entah itu kejadian yang menyenangkan, menyedihkan, mengharukan atau berbagai macam kejadian lainnya, dan di kesempatan kali ini aku ingin sedikit bercerita tentang aku dan ibuku.

Di hari itu pada sebuah sore menjelang maghrib aku baru pulang dari sekolah dalam keadaan basah kuyup (di kesempatan lain akan kuceritakan bagaimana aku bisa pulang dalam keadaan basah kuyup) aku masuk kedalam rumah.

“assalamuallaikum”

“wallaikumsalam” sahut ibuku sembari bertanya, “kenapa baru datang menjelang maghrib begini?”

“tadi mampir ke kost temen dulu bu” jawabku.

“ya sudah langsung mandi sana”

Tak berlama-lama akupun bergegas mandi lalu pergi makan setelahnya, setelah selesai makan kulihat dia masih saja bersantai di ruang tengah sembari menonton tv bersama keponakanku, kuhampiri mereka lalu kuajak mereka becanda untuk mencairkan suasana. Karena ibuku adalah orang yang mudah geli lalu kupegang kedua pinggangnya, ia merajuk sembari membalasku dengan cubitan, aku tak berhenti memegang pinggangnya, keponakanku tersenyum menyaksikan, ibuku tertawa terbahak-bahak, sampai pada suatu titik mungkin ia sudah lelah becanda denganku, ia menyingkirkan tanganku dari pinggangnya, namun aku tetap saja mencoba meraihnya.

ibuku berteriak “kamu tuh ya, bisanya cuma gangguin ibu saja, ga pernah ngasih ibu apa-apa, ngasih ibu uang yang banyak kek atau rumah yang megah”

secara spontan kulepaskan tanganku dari pinggannya, karena kutahu dari nada bicaranya ia sedang marah.

Lalu kujawab “bu, saya masih sekolah. saya memang belum bisa ngasih ibu apa-apa, saya belum bisa ngasih ibu uang ataupun rumah, tapi setidaknya saya bisa membuat ibu tertawa dengan candaan saya. Sekarang misalnya ibu punya banyak uang tapi saya tidak ada, saya yakin ibu tidak akan bisa tertawa-tawa seperti tadi, saya yakin ibu takkan merasa bahagia seperti tadi. Uang bukan segalanya bu, sekarang coba saja ibu pergi ke warung dan bilang mau beli candaan si Opan atau mau beli kebahagiaan. Saya yakin di warung manapun takkan ada yang menyediakannya bu”

Ibuku terdiam, akupun terdiam dan kami semua terdiam. Mungkin ibuku merasa bersalah karena bicara seperti itu padaku, akupun merasa bersalah setelahnya, tapi aku rasa ucapan itu memang perlu aku sampaikan padanya. Walau bagaimanapun aku sangat menghargai ibuku melebihi siapapun, aku menyayanginya, benar- benar menyayanginya.

Terkadang kita terlalu sibuk memikirkan masa yang akan datang, terlalu sibuk mencari-cari kebahagiaan, sampai-sampai kita lupa pada apa yang telah kita miliki, lupa pada siapa yang sebenarnya selalu mendampingi. Padahal masa depan sangatlah dekat, kebahagiaanpun sangatlah nyata, seperti kebersamaanku dengan ibuku diatas misalnya.

Aku sangat bersyukur memiliki ibu seperti dia, dan bagiku dia adalah wanita ilham dari surga.

Untukmu yang sedang membaca tulisan ini, cobalah hampiri ibumu, ajak ia becanda atau hanya sekedar mengobrol saja, cairkan suasananya, nikmati kebersamaan itu karena pada dasarnya banyak diantara kita yang tak bisa menghargai kebersamaan yang sederhana itu. dan untuk kalian yang mugkin sudah ditinggal pergi oleh ibumu, jangan bersedih, sapa dia dalam do’amu, aku yakin Allah akan menyampaikannya pada ibumu.

Terima kasih untuk kalian yang menyempatkan membaca tulisan ini, share ke teman kalian jika kalian suka tulisan ini, jangan lupa tinggalklan kritik dan saran dikolom komentar dibawah. Salam sejahtera untuk kita semua.

Salah satu kebersamaanku dengan ibuku;



Sunday, May 31, 2020

Belajar Menggambar

Hallo semua, bagi kalian yang sudah sering mebaca catatan saya atau mungkin ada dari kalian yang baru membaca catatan saya, kali ini saya akan sedikit menceritakan tentang bagaimana usaha saya dalam belajar melukis, menceritakan tentang usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil yang bagus.
Sejak kecil saya selalu suka menggambar atau lebih tepatnya suka gambar bukan menggambar hhehe. Dulu waktu kecil saya sangat suka dengan anime dari Jepang yaitu CAPTAIN TSUBATSA, mungkin ada juga dari kalian yang suka dengan anime ini. Watu masih di sekolah dasar saya hampir tak pernah ketinggalan untuk nonton anime ini loh. Karena memang saya tak terlalu pandai dalam menggambar akhirnya saya minta teman saya agar membuatkan gambar itu untuk saya, kebetulan saat itu saya punya teman yang memang menurut saya bisa menggambar, akhirnya saya meminta teman saya untuk membuatkan gambar itu, dan saat itu rasanya sangat senang punya gambar seperti itu.
Waktu duduk di sekolah dasar, saat ada pelajaran seni dan disuruh menggambar pasti banyak dari kalian yang menggambar rumah, menggambar burung atau menggambar dua buah gunung dengan pemandangan indah dan sawah yang menghampar begitu luas, saya juga seperti itu dan bagi kalian yang pernah menggambar itu, saya jamin masa kecil kalian sangat menyenangkan.
Sekitar dua tahun lalu tepatnya di tahun 2018 saya mencoba untuk menggambar, hanya untuk mengisi waktu luang saja dikala malam dan hasilnya seperti yang disamping ini. Disaat itu saya hanya menggunakan pulpen dan kertas saja jadi hasilnya jauh dari kata bagus, namun saya bangga dengan hasil karya saya sendiri. Mungkin ada dari kalian yang ingin memberi nilai atau pendapat, silahkan saja tinggalkan dikolom komentar dibawah.
Tak hanya ini saja, setelah beberapa bulan saya mencoba untuk menggambar lagi, masih hanya dengan pulpen dan kertas saja, namun kali ini saya berpikir dulu sebelum membuatnya, bagaimana caranya agar gambar saya bisa menjadi bagus? Bagaimana caranya agar gambar saya terlihat nyata? Dan bagaimana caranya agar gambar saya bisa lebik baik dari sebelumnya. Dan cara yang saya lakukan adalah dengan membiarkan kertas dan pulpen tergeletak lalu saya memejamkan mata saya untuk beberapa saat, membayangkan tangan saya bisa tiba-tiba bergerak dan membuat lukisan yang bagus, mengkhayalkan secara tiba-tiba saya menjadi pelukis yang handal, dan inilah hasilnya;



Dari beberapa contoh gambar diatas saya rasa gambar saya sudah lebih baik dari sebelumnya, dan saya merasa sedikit puas dengan hasil gambar saya, meski belum sepenuhnya bisa di bilang bagus. Tapi menurut saya segala sesuatu yang kita buat sungguh-sungguh akan selalu berarti buat diri kita sendiri, dan mungkin ini hanya awal bagi saya untuk menuju lebih baik lagi.
Saya selalu percaya bahwa hidup berawal dari mimpi, dan untuk itu saya tak pernah berhenti bermimpi. Salah satu contoh mimpi yang ingin saya wujudkan adalah ingin bisa menggambar/melukis, untuk itu saya tak pernah berhenti belajar. Di jaman sekarang ini semuanya serba gampang, semua serba canggih, semua sudah tersedia di internet, dan informasi yang ingin kita tahu bisa dengan mudah kita cari di internet, tinggal bagaimana kita mengolah potensi yang kita punya.
Untuk bisa menggambar/melukis saya membutuhkan waktu yang tak sedikit, setelah saya menghasilkan beberapa contoh karya saya diatas saya tak pernah berhenti untuk mencari informasi tentang seni menggambar/melukis, salah satunya adalah dengan membuka youtube, disana ada banyak youtuber-youtuber membuat tutorial melukis yang baik dan benar juga alat apa saja yang dibutuhkan.
Setelah kurang lebih satu tahun saya hanya melihat bagaimana cara orang-orang melukis di platform youtube, bagaimana cara mereka membuat sketsa awal, bagaimana cara mereka membuat arsiran, bagaimana cara mereka membuat gradasi gelap dan terang, sampai diawal tahun 2020 saya mencoba lagi untuk melukis. kali ini saya menggunakan pensil, bukan menggunakan pulpen lagi, dan hasilnya adalah seperti ini;


Itulah sedikit cerita tentang bagaimana saya berusaha belajar untuk melukis, semoga cerita ini bermanfaat bagi kalian yang membacanya, semoga sepenggal cerita ini bisa memotivasi kalian untuk belajar melukis atau belajar melakukan hal lainnya. karena pada dasarnya setiap manusia dilahirkan dengan potensi yang berbeda-beda, dengan kemampuan yang berbeda-beda dan dengan kelebihan atau kekurangannya masing-masing, tapi jika kita punya usaha untuk mewujudkan apa yang kita inginkan semuanya tak ada yang mustahil. teruslah bersungguh-sungguh dalam melakukan hal apapun.
Terima kasih untuk kalian yang sudah mau membaca sepenggal cerita ini, silahkan tinggalkan komentar untuk gambar-gambar saya atau mingkin jika ada dari kalian yang suka dengan cerita ini kalian juga bisa membaginya kepada teman-teman kalian.



Oposisi Rasa

Di mana jejak kaki kucari Di sana langkah kau hentikan Saat rindu memuncak mendaki Sejumput asa masih saja kau campakan   Sementar...