Friday, September 15, 2017

Mau? cinta

Cinta
cinta cinta
cinta cinta cinta
ku ulangi kata-kata itu
sampai . . .
tak terhitung lagi
lalu . . .
mengapa mesti terpikirkan kamu saja
saat ku ulang kata itu
atau . . .
mungkin aku dibutakan kata itu
cinta cinta cinta
ku ulang lagi kata itu
lalu ku berikan
untukmu
cinta
mau?

Ti




Saya pernah kehilangan kamu waktu lalu, dan tak mudah bagi saya untuk merelakanmu. Takan mudah, beradaptasi dengan situasi baru yang tak saya inginkan dan hidup yang tanpa kamu. Namun saya harus tetap berusaha, untuk terus memperjuangkanmu atau bahkan berusaha melupakanmu.
Ketika saya memilih berjuang tentunya tak akan mudah. Tak akan semudah caramu untuk meninggalkan saya, tak sesimpel kita tak melihat bulan yang sama lagi. Saya menyapa kamu acuhkan, saya coba mendekat kamu menjauh, dan semakin menjauh. Bahkan nampaknya kamu tak ingin mengenal saya lagi, mungkin segala sifat dan jiwamu terbang diculik makhluk luar angkasa, entahlah. Ah, andai saja saya bisa memesan kamu yang dulu pada Tuhan.
Lalu ketika berjuang tak mendapat penghargaan saya putuskan untuk melupakan, semua rasa, semua kenangan dan semua pedihmu yang indah, saya ingin lupakan. Dan ketika itu kamu datang dengan tiba-tiba, menghancurkan semua usaha saya untuk melupakanmu. Entah apa yang sebenarnya kamu inginkan dari saya, dengan mudah pergi menghancurkan hati, dengan mudah datang menghancurkan usaha melupakan dan dengan mudah pula mengubah hidup saya menjadi menyenangkan, lagi :( . Tapi hanya sesaat dan kamu pergi lagi. Lantas untuk apa? Kamu kembali dari pergi yang saya harap kembali namun pergi lagi.
Mungkinkah kau ti tiada lagi? Berjalan pergi tiada kembali.


Kubang, September 2017
Tertanda
Opan.

Oposisi Rasa

Di mana jejak kaki kucari Di sana langkah kau hentikan Saat rindu memuncak mendaki Sejumput asa masih saja kau campakan   Sementar...